Kamis, 05 Desember 2013

Sejarah Kelurahan Cigasong



Pada abad ke XVI Kerajaan Sindangkasih pusat pemerintahannya berada di Maja,semua rakyat yang ada di Negeri ini sudah memeluk Agama Islam.
Pada tahun 1605 yang menjadi Kepala Pemerintahannya adalah Rd. Muhammad Ridwan atau lebih dikenal dengan sebutan Dalem Lumaju. Beliau mempunyai tiga putera,dan beliau meninggal pada tahun 1676 M. Ketiga putera itu yaitu :

1.   Yang pertama bernama Dalem Cucuk, di angkat menjadi Dalem pada tahun 1676-1698 M.
2.   Yang kedua adalah Dalem Sukahurang, menjadi Dalem pada tahun 1702-1716 M.
3.  Dalem yang terakhir Empu Yogaweswa, beliau tidak menjadi Dalem karena mempunyai keahlian membuat perkakas perang seperti keris, tombak,Pedang,Golok, dan sebagainya. Beliau Meninggal pada tahun 1727, di akamkan di Pasirilat yang disebut Buyut Pandai.
Beliau mempunyai putera yang bernama Tumenggung Jagaweswa, mengemban tugas Kerajaan pada tahun 1724 hingga tahun 1741 M. Beliau meninggal pada saat berperang melawan kompeni Belanda. Pada saat itu, Pusat Pemerintahan di pindahkan dari Maja ke Cigasong. Mempunyai Putera yang bernama Tumenggung Natakarya. Mengemban kekuasaan pada tahun 1741 hingga tahun 1762, mempunyai Isteri yang bernama Siti Lestari yang sering disebut Ema Demang karena panggilan anaknya yang bernama Demang Santana Sastra Permana. Beliau yang pertama membuat Tamansari yang diberinama Sangraja, yang berlokasi sebelah Selatan Desa Cigasong.
Demang Santana Sastera Permana mempunyai putera yang bernama Ki Luhung. Kiluhung adalah orang yang taat kepada Agama Islam. hingga beliau bisa menunaikan Ibadah Haji ketanah suci Mekah Beliau Mempunyai gelar Embah haji Luhung, orang yang pertama menunaikan Ibadah Haji di Cigasong. Beliau dimakamkan di Kawungpoek yang berlokasi di Dusun Giri Mulya.

Selanjutnya pusat Puasat Pemerintahan Belanda pindah ke Majalengka, jabatan Pemerintahannya diganti menjadi Bupati. Bupati Majalengka yang pertama di angkat adalah Rd.Tumenggung Denda Negara, dari tahun 1819 hingga tahun 1847.


Dan nama Desa Cigasong sendiri berasal dari duakata yaitu Ciga dan Song. Ciga = Siga / Jiga berasal dari bahasa sunda yang artinya seperti, dan Song di ambil dari kalimat Kosong. Jadi Cigasong => seperti Kosong. Dahulu Cigasong adalah sebuah Desa yang sepi, seperti tidak berpenghuni. Pada masa itu, saat penjajah Belanda melewati Desa tersebut, Desa ini terlihat kosong dan sepi. Padahal disana banyak pejuang atau OPR dan rakyat bersembunyi. Maka Desa ini dinamakan Desa Cigasong.

Untuk mengetahui lebih lengkapnya mengenai Sejarah Desa Cigasong tinggal unduh link dibawah :
1. File 1
2. File 2
3. File 3
4. File 4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Alamat : Jl. Pangeran Muhammad No.22 Cigasong - Majalengka 45413